0 0 Read Time:1 Minute, 7 Second Kota Makassar menjadi salah satu daerah percontohan nasional Program Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM. Program ini menyasar penguatan nilai hak asasi manusia di tingkat masyarakat. Kementerian Hak Asasi Manusia menetapkan Kelurahan Mattoanging dan Kaluku Bodoa sebagai wilayah binaan. Mattoanging berada di Kecamatan Mariso, sedangkan Kaluku Bodoa berada di Kecamatan Tallo. Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengatakan kedua kelurahan diharapkan menjadi model bagi wilayah lainnya. Program tersebut mendorong penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM. Program Sadar HAM tidak hanya berfokus pada pemahaman HAM secara teoritis. Penggerak HAM akan turun langsung untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat. Mereka menjadi penghubung antara warga dan pemerintah dalam pemenuhan hak. Persoalan yang dipetakan mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perumahan, dan lingkungan. Perhatian khusus juga diberikan kepada anak, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin. Kementerian HAM menargetkan sekitar 200 desa dan kelurahan menjadi wilayah percontohan program tersebut pada 2026. Target itu menunjukkan upaya memperluas budaya sadar HAM hingga tingkat akar rumput. Di Makassar, pelaksanaan program juga diperkuat melalui penempatan Penggerak HAM. Setiap kelurahan binaan mendapatkan dua Penggerak HAM untuk membantu pemetaan kebutuhan masyarakat. Program Kelurahan Sadar HAM di Makassar diharapkan menghasilkan pelayanan publik yang lebih inklusif. Kehadiran program juga dapat memperkuat perlindungan kelompok rentan di tingkat lokal. Dengan ditetapkannya Mattoanging dan Kaluku Bodoa, Makassar memiliki kesempatan menjadi contoh penerapan HAM. Keberhasilan program akan ditentukan melalui dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation OPM Diduga Lepaskan Tembakan dari Jarak 500 Meter ke Pintu Masuk FBLB Harga Sayuran di Parepare Melonjak Akibat Kemarau, Cabai Tembus Rp 50 Ribu/Kg