0 0 Read Time:57 Second Festival Budaya Lembah Baliem 2026 menjadi sorotan setelah terjadi insiden penembakan di wilayah Jayawijaya. Peristiwa tersebut dilaporkan menyebabkan dua warga mengalami luka. Situasi keamanan kemudian menjadi perhatian menjelang pelaksanaan festival budaya tersebut. Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 dijadwalkan berlangsung pada 7-10 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebelumnya memastikan keamanan wisatawan menjadi prioritas. Pemda juga menyatakan akan berkoordinasi dengan aparat keamanan selama kegiatan berlangsung. Desakan agar Festival Lembah Baliem dihentikan muncul karena pertimbangan keselamatan masyarakat. Penembakan yang menyebabkan dua warga terluka dinilai dapat meningkatkan kekhawatiran. Kondisi keamanan menjadi faktor penting sebelum kegiatan yang melibatkan masyarakat dan wisatawan digelar. Festival Lembah Baliem merupakan agenda budaya penting di Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai tradisi masyarakat pegunungan Papua. Festival juga menjadi bagian dari promosi pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebelumnya tetap berkomitmen menggelar festival. Wabup Jayawijaya Ronny Elopere menyebut keamanan wisatawan akan difasilitasi pemerintah. Namun, perkembangan situasi keamanan tetap menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan acara. Festival Budaya Lembah Baliem 2026 juga mengalami perubahan konsep dan lokasi. Pemerintah menerapkan sistem rolling untuk pemerataan manfaat ekonomi. Evaluasi keamanan menjadi penting agar agenda budaya tersebut tidak mengorbankan keselamatan warg Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Siswa SMPN 5 Lembang Pinrang Rampas HP-Bully Junior OPM Diduga Lepaskan Tembakan dari Jarak 500 Meter ke Pintu Masuk FBLB