0 0 Read Time:2 Minute, 9 Second Air permukaan Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan terus meluap akibat intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga sejumlah jalan dan permukiman di sekitar kawasan danau tergenang hingga puluhan sentimeter. Kondisi ini membuat warga setempat khawatir trauma banjir bandang besar yang pernah melanda daerah ini kembali terulang. 📈 Air Danau Sentani Meluap Akibat Hujan Deras Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Jayapura dan sekitarnya memicu kenaikan tinggi muka air Danau Sentani, sehingga permukaan air meluap ke jalan, lahan pertanian, dan pemukiman warga di Kecamatan Sentani Timur dan sekitarnya. Beberapa titik dilaporkan mengalami genangan air setinggi hingga sekitar 60 cm pada akhir Maret 2026. Luapan ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu kekhawatiran lama muncul kembali — terutama setelah pengalaman pahit di masa lalu. 😨 Trauma Banjir Bandang 2019 Masih Membekas Warga setempat masih menyimpan trauma mendalam dari peristiwa banjir bandang yang terjadi pada 16–17 Maret 2019, ketika hujan deras dan aliran sungai yang tiba‑tiba meluap menyebabkan longsor dan banjir besar di kawasan Sentani dan sekitarnya. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 110 orang, melukai ratusan lainnya, dan memaksa ribuan orang mengungsi dari rumah mereka. Dampaknya terasa pada banyak rumah, infrastruktur, dan fasilitas publik yang rusak parah. Karena itu, setiap kali permukaan air Danau Sentani naik secara signifikan, warga otomatis kembali khawatir akan kemungkinan banjir bandang yang serupa, meskipun belum ada peringatan bencana resmi dari pihak berwenang saat ini. 🧑🤝🧑 Warga dan Otoritas Siap Waspada Masyarakat lokal kini terus memantau kondisi cuaca dan pergerakan air di sekitar danau. Meski belum ada laporan evakuasi, warga diminta untuk menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir atau tanah longsor, terutama saat musim hujan masih berlangsung. Selain itu, warga juga diimbau untuk membersihkan saluran air dan selokan agar aliran air tidak terhambat. BPBD setempat secara berkala memberikan update cuaca dan ancaman potensi bencana berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memperkirakan kondisi hujan masih akan terus berlanjut hingga awal 2026. 🌦️ Penyebab dan Kondisi Geografis Danau Sentani terletak di dataran rendah di bawah Pegunungan Cyclops dengan beberapa sungai yang mengalir dari daerah pegunungan ke danau. Hujan yang tinggi di hulu akan meningkatkan debit sungai yang kemudian masuk ke danau, sehingga tidak hanya menambah volume air tetapi juga meningkatkan risiko luapan di wilayah dataran rendah. 📌 Kesimpulan Kenaikan air Danau Sentani yang terus meluap menjadi perhatian warga dan pemerintah daerah. Meski belum mencapai level bencana, pengalaman pahit banjir bandang besar 2019 meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan terulangnya bencana serupa jika curah hujan terus ekstrem. Warga pun diimbau untuk tetap waspada, mempersiapkan diri, dan mengikuti arahan otoritas penanganan bencana bila situasi memburuk. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation 9 Jejak Sadis Anggota KKB Penyerang Rombongan Tito Karnavian Efisiensi Birokrasi, ASN Papua Pegunungan Mulai Bekerja dari Rumah 10 April