0 0 Read Time:2 Minute, 1 Second Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Papua, mencatat bahwa produksi sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 240 ton per hari pada kondisi normal. Angka ini bahkan dapat meningkat saat momen tertentu seperti hari raya keagamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kota Jayapura masih menjadi tantangan serius seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat yang terus meningkat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura menyebutkan bahwa sebagian besar sampah berasal dari rumah tangga, kawasan permukiman, serta aktivitas perdagangan di wilayah perkotaan. Volume Sampah Bisa Meningkat Saat Hari Besar Menurut DLHK, jumlah sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) tidak selalu stabil. Pada hari-hari biasa, rata-rata mencapai 240 ton per hari, namun dapat meningkat hingga sekitar 300 ton per hari pada periode hari besar keagamaan dan libur panjang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pengelolaan sampah di Kota Jayapura, terutama dalam hal kapasitas angkut dan daya tampung TPA. DLHK Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah Pihak DLHK Kota Jayapura mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu dari rumah tangga. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban TPA dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan sistem pengelolaan berbasis komunitas seperti bank sampah dan TPS3R agar sampah memiliki nilai ekonomi. Keterbatasan Armada dan Layanan Pengangkutan DLHK Kota Jayapura juga mengakui bahwa keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah. Tidak semua wilayah dapat terlayani secara optimal karena jumlah kendaraan pengangkut masih terbatas dibandingkan volume sampah yang terus meningkat. Beberapa kawasan di pinggiran kota bahkan belum mendapatkan layanan pengangkutan secara maksimal. Upaya Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah terus mendorong berbagai langkah strategis, antara lain: Optimalisasi pengelolaan TPA Penguatan bank sampah Pengembangan TPS3R berbasis masyarakat Pelibatan pihak ketiga dalam pengelolaan sampah Langkah ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA secara bertahap. Tantangan Lingkungan Perkotaan yang Semakin Kompleks Seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, volume sampah di Kota Jayapura diperkirakan akan terus meningkat jika tidak diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat. DLHK menegaskan bahwa kesadaran warga menjadi kunci utama dalam mengurangi timbulan sampah, terutama melalui pengurangan sampah dari sumbernya. Kesimpulan Produksi sampah Kota Jayapura yang mencapai 240 ton per hari menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura menilai bahwa solusi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Wisata Edukasi Konservasi di Taman Burung dan Taman Anggrek Biak RSUP Jayapura kembangkan layanan KJSU dan KIA bagi warga di Papua