0 0 Read Time:1 Minute, 14 Second Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kembali mengancam habitat orang utan. Api yang meluas membuat satwa liar berisiko kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan. Kondisi tersebut juga meningkatkan potensi orang utan bergerak menuju perkebunan serta kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga. Ancaman konflik antara manusia dan satwa pun semakin besar. Karhutla terdeteksi di sekitar Jalan Ketapang-Tanjungpura Kilometer 5, Desa Sungai Awan Kiri. Lokasinya hanya sekitar satu kilometer dari pusat rehabilitasi orang utan milik YIARI. Berdasarkan pemantauan sementara, kebakaran diperkirakan telah berdampak terhadap sekitar 15 hektare lahan. Tim gabungan terus melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas. Kebakaran tersebut menjadi ancaman serius bagi orang utan yang hidup di kawasan sekitar. Rusaknya vegetasi dapat mendorong satwa mencari tempat aman menuju wilayah lain. Kebun milik warga bisa menjadi salah satu lokasi yang didatangi ketika habitat alaminya terganggu. Kondisi serupa pernah terjadi dalam sejumlah kasus konflik orang utan di Ketapang. Tim Satgas Karhutla Ketapang telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kebakaran. Penanganan melibatkan BNPB, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, YIARI, serta pihak lainnya. Operasi pemadaman juga diperkuat menggunakan metode water bombing dari udara. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kawasan rehabilitasi dan hutan di sekitarnya. Karhutla Ketapang menunjukkan pentingnya perlindungan habitat untuk mencegah konflik manusia dengan orang utan. Masyarakat juga diminta tidak menangkap atau mengusir satwa secara mandiri ketika menemukannya. Penanganan sebaiknya diserahkan kepada petugas konservasi yang memiliki kemampuan dan perlengkapan sesuai prosedur. Perlindungan hutan menjadi kunci agar orang utan tetap memiliki ruang hidup yang aman. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Ibu-ibu Pingsan Saat Antre di SPBU Kobar, DLH Ingatkan Ancaman Dehidrasi Uang Rp 135 Juta-30 Gram Emas Raib dari Ibu dan Balita yang Tewas di Landak