0 0 Read Time:1 Minute, 8 Second Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar senilai Rp20 miliar melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Sulawesi Tenggara. Program tersebut dilaksanakan bersama TNI Angkatan Laut untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Ekspedisi juga bertujuan menjaga ketersediaan Rupiah berkualitas bagi masyarakat kepulauan. Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Sulawesi Tenggara dilaksanakan pada 5 hingga 11 Mei 2026. Tim menggunakan KRI Pulau Rimau-724 untuk menjangkau sejumlah wilayah Kabupaten Wakatobi. Daerah tujuan meliputi Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki karakteristik kepulauan dengan tantangan distribusi uang. Bank Indonesia membawa modal kerja Rp20 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran masyarakat. Uang tersebut digunakan menggantikan uang tidak layak edar yang masih beredar. Langkah ini merupakan bagian penerapan kebijakan Clean Money Policy Bank Indonesia. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan masyarakat memperoleh Rupiah berkualitas dan layak digunakan. Selain penukaran uang, program tersebut membawa edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya Rupiah sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Sejumlah kegiatan sosial juga dilaksanakan bersama pemerintah daerah. Program tersebut mencakup pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tujuan ekspedisi. Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia. Kolaborasi Bank Indonesia dan TNI AL membantu menjangkau wilayah kepulauan dengan akses transportasi terbatas. Kehadiran Rupiah layak edar juga mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan terus memperkuat layanan keuangan hingga wilayah 3T Indonesia. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Pria di Mimika Ditemukan Tewas Tertancap Puluhan Anak Panah, Polisi Usut Pemprov Papua siap fasilitasi identifikasi jenazah korban PD II