0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dihebohkan dengan kemunculan busa putih yang memenuhi aliran sungai hingga menggenangi area persawahan. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (30/6/2026) itu diduga berkaitan dengan limbah pabrik yang mengalir dari wilayah hulu sungai.

Fenomena tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dikhawatirkan mencemari lingkungan, merusak lahan pertanian, dan mengganggu ekosistem sungai. Pemerintah desa bersama warga berharap penyebab pencemaran segera diungkap oleh pihak berwenang.

Busa Menutupi Sungai hingga Sawah

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan busa putih dalam jumlah besar memenuhi Sungai Percut. Busa juga terlihat masuk ke saluran irigasi dan menggenangi area persawahan di sekitar sungai.

Kepala Desa Percut, Asyhari Syah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sebelum turun langsung meninjau lokasi. Ia membenarkan adanya busa dalam jumlah sangat banyak yang mengalir mengikuti arus sungai menuju hilir.

Diduga Berasal dari Hulu Sungai

Menurut Asyhari, kejadian serupa pernah terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat itu, hasil penelusuran mengarah ke kawasan Bendungan Bandar Sidoras yang berada di bagian hulu Sungai Percut.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai sumber pencemaran. Dugaan sementara mengarah pada limbah industri yang terbawa aliran sungai. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait.

Sawah dan Ekosistem Terancam

Selain mencemari sungai, busa juga dilaporkan memasuki area persawahan di Desa Cinta Rakyat dan beberapa wilayah sekitarnya.

Sebagai langkah antisipasi, petugas menutup aliran irigasi agar busa tidak menyebar lebih luas ke lahan pertanian warga.

Sejumlah warga juga melaporkan ikan di sungai terlihat mabuk dan mudah ditangkap. Meski belum ada laporan gangguan kesehatan pada manusia, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas air sungai.

Aktivis Lingkungan Desak Investigasi

Kelompok pemerhati lingkungan meminta pemerintah segera mengambil sampel air, busa, dan tanah untuk mengetahui kandungan pencemar.

Mereka juga mendesak dilakukan penelusuran terhadap sumber limbah di sepanjang hulu Sungai Percut.

Selain itu, aktivis meminta pelaku pencemaran diproses sesuai ketentuan hukum apabila terbukti melakukan pelanggaran lingkungan.

Warga Berharap Penanganan Cepat

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama dinas lingkungan hidup segera mengambil langkah konkret.

Pemeriksaan laboratorium dinilai penting untuk memastikan penyebab munculnya busa dan dampaknya terhadap lingkungan.

Warga juga meminta pengawasan terhadap aktivitas industri di sekitar aliran sungai diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kesimpulan

Kemunculan busa yang mencemari Sungai Percut dan area persawahan di Deli Serdang menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Dugaan sementara mengarah pada limbah pabrik yang terbawa aliran sungai dari wilayah hulu, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil investigasi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB POLA AJAIB Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib Rtp Ajaib POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE POLA LIVE
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
Live RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTPLive RTP
vertu789