0 0 Read Time:2 Minute, 29 Second Kecelakaan kerja tragis terjadi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah seorang operator ekskavator dilaporkan tewas akibat tertimpa batu besar saat bekerja di lokasi proyek perumahan. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menegaskan kembali pentingnya keselamatan kerja (K3) di sektor konstruksi dan pertanian lahan. ๐งโ๐ง Kronologi Kejadian di Proyek Perumahan Baubau Insiden nahas terjadi pada Kamis (26 Maret 2026) sekitar pukul 10.00 Wita di kawasan Perumahan Griya Puncak, Kota Baubau. Korban yang diketahui bernama Akbar (33), warga Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, sedang bekerja sebagai operator ekskavator untuk membersihkan lahan. Saat bekerja, terjadi longsoran di atas area kerja yang mengakibatkan batu besar jatuh dan menimpa ekskavator yang sedang dioperasikan korban. Akibatnya, Akbar sempat terjepit di dalam alat berat tersebut. ๐จ Evakuasi dan Penanganan Korban Setelah menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia, Tim SAR gabungan dari Pos SAR Baubau segera diberangkatkan sekitar pukul 11.45 Wita ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 Wita dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban. Sekitar pukul 13.15 Wita, korban berhasil dikeluarkan dari dalam ekskavator dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dibawa ke RSUD Palagimata untuk pemeriksaan lebih lanjut. ๐ Faktor Penyebab Kecelakaan Menurut keterangan dari pihak SAR, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat longsoran material tanah dan batu besar dari area yang lebih tinggi di lokasi kerja. Sebelum insiden, korban sedang melakukan pembersihan lahan menggunakan ekskavator ketika batu besar tersebut jatuh dan menimpanya. Risiko seperti ini sering dikaitkan dengan pekerjaan konstruksi dan penggalian lahan yang melibatkan permukaan tanah tidak stabil atau lereng tanpa pengamanan yang memadai โ kondisi yang harus mendapat perhatian serius dalam penerapan standar keselamatan kerja. ๐ ๏ธ Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kecelakaan kerja seperti ini menjadi pengingat betapa pentingnya penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek, terutama yang melibatkan alat berat seperti ekskavator. Alat berat menjadi salah satu sumber potensi bahaya tinggi jika tidak dioperasikan dengan prosedur K3 yang ketat. Beberapa langkah yang biasanya dianjurkan dalam standar K3 untuk pekerjaan sejenis meliputi: Survey risiko awal terhadap kondisi tanah serta potensi longsoran Pemasangan penyangga atau stabilisasi lereng sebelum pekerjaan dimulai Pelatihan khusus operator alat berat mengenai pengenalan bahaya Pengawasan langsung oleh petugas K3 di lapangan sepanjang proyek berjalan ๐ Pesan untuk Kontraktor dan Pekerja Peristiwa ini harus menjadi momentum bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi dan pembangunan untuk meninjau ulang standar keselamatan kerja yang diberlakukan di lapangan. Kontraktor wajib memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan pengarahan K3 yang lengkap, perlindungan alat, dan pemantauan risiko di area kerja. Sementara itu, pekerja sendiri juga diimbau untuk selalu waspada, memahami potensi bahaya di sekitarnya, serta tidak mengabaikan prosedur keselamatan demi mencegah kecelakaan kerja yang merenggut nyawa seperti yang dialami Akbar. ๐๏ธ Penutup Insiden tragis di Baubau ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kerja yang harus dipenuhi dalam setiap proyek konstruksi, terutama yang melibatkan alat berat di area rawan longsor. Duka cita mendalam ditujukan kepada keluarga korban, sambil tetap berharap agar insiden serupa bisa dicegah melalui penerapan K3 yang lebih tegas dan konsisten di masa depan. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Truk Sampah Antre Berjam-jam Masuk TPA Antang Makassar, Lalin Macet 1 Km Polisi Dalami CCTV Diduga Maling Brankas Berisi 1 Kg Emas di Pinrang