0 0 Read Time:2 Minute, 43 Second Puasa Tasua merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan besar karena dilakukan sehari sebelum Puasa Asyura (10 Muharram) dan menjadi amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Agar ibadah berjalan sempurna, umat Islam perlu mengetahui niat Puasa Tasua dalam bahasa Arab, latin, arti, serta waktu yang tepat untuk membacanya. Apa Itu Puasa Tasua? Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dalam kalender Hijriah. Puasa ini dianjurkan untuk dilaksanakan bersamaan dengan Puasa Asyura pada 10 Muharram sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan membedakan diri dari tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura. Niat Puasa Tasua Arab, Latin, dan Artinya Berikut bacaan niat Puasa Tasua yang umum dibaca pada malam hari sebelum berpuasa: Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta’ala.” Ada pula lafal niat yang lebih singkat: Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma Tâsû‘â-a lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa Tasua karena Allah Ta’ala.” Waktu Membaca Niat Puasa Tasua Sebagai puasa sunnah, Puasa Tasua memiliki kelonggaran dalam waktu berniat. 1. Malam Hari Sebelum Fajar Waktu terbaik untuk membaca niat adalah sejak malam hari setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Niat dapat dibaca sebelum tidur atau saat sahur. 2. Pagi atau Siang Hari Jika lupa berniat pada malam hari, sebagian ulama membolehkan niat puasa sunnah dilakukan pada pagi atau siang hari sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, seperti makan dan minum. Bacaan niat jika dilakukan pada pagi atau siang hari adalah: Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua hari ini karena Allah Ta’ala.” Keutamaan Puasa Tasua Puasa Tasua memiliki sejumlah keutamaan yang membuatnya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, di antaranya: Menyempurnakan ibadah Puasa Asyura. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Menjadi pembeda dari tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Termasuk amalan sunnah utama di bulan Muharram, bulan yang dimuliakan dalam Islam. Tata Cara Puasa Tasua Pelaksanaan Puasa Tasua sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu: Membaca niat Puasa Tasua. Makan sahur sebelum imsak. Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah. Berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba. Kesimpulan Niat Puasa Tasua dapat dibaca sejak malam hari sebelum fajar dan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan puasa sunnah 9 Muharram. Bacaan niat dapat dilafalkan dalam bahasa Arab maupun dipahami melalui latin dan artinya. Meski niat utama berada di dalam hati, melafalkannya dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan melaksanakan Puasa Tasua, umat Islam dapat meraih keutamaan bulan Muharram sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Vonis Pemaafan Hakim untuk Ibu yang Aniaya Pemerkosa Anaknya di Buton