0 0 Read Time:1 Minute, 52 Second Sejumlah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kampanye antihoaks di kawasan Car Free Day (CFD) Makassar sebagai upaya meningkatkan literasi digital masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam melawan penyebaran informasi palsu yang semakin marak di era media sosial. Aksi tersebut menarik perhatian pengunjung CFD yang sedang berolahraga dan beraktivitas di kawasan pusat kota Makassar. Edukasi Publik Tentang Bahaya Hoaks Kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya hoaks dan dampaknya terhadap kehidupan sosial. Para mahasiswa membagikan brosur, melakukan sosialisasi langsung, hingga mengajak warga untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Hoaks dinilai dapat memicu keresahan publik, perpecahan, hingga kesalahpahaman di masyarakat jika tidak disaring dengan baik. Mahasiswa UMI Dorong Literasi Digital Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI ini juga menekankan pentingnya literasi digital. Masyarakat diajak untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya di media sosial. Beberapa pesan utama yang disampaikan dalam kampanye ini antara lain: Cek sumber informasi sebelum percaya Bandingkan berita dari media terpercaya Hindari menyebarkan informasi tanpa verifikasi Gunakan media sosial secara bijak Antusiasme Pengunjung CFD Makassar Kampanye antihoaks yang digelar di CFD Makassar mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengunjung yang berhenti sejenak untuk mendengarkan penjelasan dari para mahasiswa. Interaksi langsung ini dinilai efektif karena pesan edukasi dapat tersampaikan dengan lebih mudah dan sederhana kepada masyarakat dari berbagai kalangan. Peran Mahasiswa dalam Isu Sosial Digital Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjawab tantangan era digital, khususnya dalam memerangi penyebaran hoaks. Sebagai generasi yang dekat dengan teknologi, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Program seperti ini juga menjadi bagian dari pembelajaran praktis di luar kelas yang mengasah kemampuan komunikasi publik dan kepedulian sosial. Dukungan untuk Gerakan Antihoaks Gerakan antihoaks yang dilakukan mahasiswa UMI sejalan dengan upaya berbagai pihak dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan aman. Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dinilai penting untuk menekan penyebaran informasi palsu. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan meluas ke berbagai wilayah lain di Makassar maupun daerah lainnya. Penutup Kampanye antihoaks yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI di CFD Makassar menjadi langkah positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam memilah informasi di era digital yang serba cepat. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Teriak ‘Saya Resmob’ saat Ribut di Rumah Mantan, Pria Ngaku Polisi Sulbar Bikin Gaduh di Makassar Layanan Pelabuhan Bajoe Bone Kembali Dibuka 21 Mei untuk Mudik Lebaran