0 0 Read Time:1 Minute, 4 Second Kejaksaan Agung menggeledah kantor dan rumah tersangka Don Ritto terkait perkara yang melibatkan Febrie Adriansyah. Penggeledahan dilakukan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Langkah tersebut menjadi bagian pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan kegiatan penggeledahan tersebut. Penyidik mendatangi kantor dan kediaman Don Ritto untuk mencari barang bukti tambahan. Sejumlah dokumen diamankan untuk kemudian dipelajari penyidik. Barang tersebut akan diperiksa guna mengetahui keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani. Don Ritto sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan perkara tersebut. Penyidikan berkaitan dengan dugaan TPPU yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Kejagung terus menelusuri dugaan aliran dana dan aset terkait perkara. Penyidik juga mendalami hubungan setiap pihak berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan. Penggeledahan menjadi salah satu langkah penyidik untuk memperkuat pembuktian dalam perkara tersebut. Dokumen yang disita akan dianalisis bersama barang bukti lainnya. Kejagung belum memerinci seluruh isi dokumen yang ditemukan dalam penggeledahan. Informasi lebih lengkap akan disampaikan sesuai perkembangan proses penyidikan. Kasus Febrie Adriansyah masih menjadi perhatian setelah penyidik mengembangkan perkara ke dugaan pencucian uang. Kejagung memastikan penyidikan terus berjalan untuk mengungkap rangkaian perkara secara menyeluruh. Pemeriksaan saksi dan penelusuran aset dapat dilakukan sesuai kebutuhan penyidik. Penggeledahan terhadap properti Don Ritto diharapkan membantu memperjelas konstruksi perkara tersebut. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation BGN Copot 137 Kepala SPPG se-Indonesia, Imbas Langgar Aturan Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran