0 0 Read Time:1 Minute, 58 Second PELALAWAN – Seorang bocah tewas diserang Harimau Sumatera di kawasan Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa tragis tersebut terjadi di sekitar camp pekerja pada Selasa, 7 Juli 2026, sekitar pukul 04.30 WIB. Korban diketahui bernama Jerlin Zalukhu dan berusia 12 tahun. Berdasarkan hasil investigasi awal Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau, korban saat itu menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp pekerja. Ketika berada di luar kamar mandi, korban diduga diserang seekor Harimau Sumatera. Satwa tersebut diperkirakan masuk melalui pagar pelindung di bagian belakang camp yang rusak dan terbuka. Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter dari belakang camp. Petugas menemukan luka gigitan pada bagian leher korban. Nyawanya tidak dapat diselamatkan setelah serangan satwa liar tersebut. BBKSDA Riau Periksa Lokasi Serangan Harimau Setelah menerima laporan, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim mitigasi ke lokasi kejadian. Tim melakukan observasi lapangan, mengumpulkan data, berkoordinasi dengan pihak perusahaan, serta mengolah tempat kejadian perkara. Petugas menemukan jejak Harimau Sumatera di sekitar camp pekerja. Jejak tersebut memiliki panjang sekitar 16 sentimeter, lebar 15 sentimeter, serta jarak langkah mencapai kurang lebih 120 sentimeter. BBKSDA Riau juga memasang kamera jebak untuk memantau pergerakan harimau. Hingga proses pemeriksaan berlangsung, tim masih menerima laporan mengenai kemunculan satwa tersebut di sekitar lokasi kejadian. Keberadaan Satwa Mangsa Diduga Menarik Harimau Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa terdapat satwa yang berpotensi menjadi mangsa dan dipelihara di dalam camp pekerja. Kondisi tersebut diduga menarik perhatian harimau untuk mendekati kawasan tempat tinggal pekerja. Petugas kemudian mengambil langkah pengamanan terhadap satwa mangsa tersebut. Tindakan itu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan Harimau Sumatera kembali mendatangi camp pekerja. Selain itu, kondisi pagar pelindung camp turut menjadi perhatian. BBKSDA meminta perusahaan dan pengelola camp memastikan seluruh sistem pengamanan berada dalam kondisi baik dan tidak memiliki bagian yang terbuka. Warga Diminta Tidak Beraktivitas Sendirian BBKSDA Riau meminta masyarakat dan pekerja meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan tidak beraktivitas sendirian, terutama pada malam hingga dini hari ketika satwa liar lebih aktif bergerak. Masyarakat juga diminta tidak mendekati, mengejar, atau memasang jerat apabila melihat Harimau Sumatera. Setiap penampakan dan jejak baru harus segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditangani secara aman. Tim BBKSDA Riau akan melanjutkan mitigasi bersama pihak perusahaan dan pemangku kepentingan terkait. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi. Mau cari cuan dan menang besar ? Ya di karatetoto dong terjamin bisa wd dan dapatkan maxwin nyata. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Edarkan Narkoba ke Rekan Kampus, 2 Mahasiswa di Medan Ditangkap Heboh Jukir Bayar Setoran ke Ormas, Dishub Medan Klarifikasi