0 0 Read Time:2 Minute, 17 Second Duka kembali menyelimuti TNI setelah dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Insiden itu terjadi pada Minggu pagi (22/3/2026) di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, ketika prajurit sedang menjalankan tugas pengamanan di wilayah rawan konflik. Kronologi Kontak Tembak Baku tembak bermula saat anggota TNI Angkatan Laut (AL) tengah melakukan patroli di area tersebut. Tiba‑tiba, KKB menyerang secara mendadak sehingga tercetus kontak tembak antara kedua pihak. Akibat serangan tersebut, tiga prajurit menjadi korban tembakan. Dua di antaranya, yakni Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio, dinyatakan gugur di lokasi kejadian. Satu prajurit lainnya, Kopda Marinir Eko Sutikno, mengalami luka serius dan saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. R Oetojo Sorong. Rampasan Senjata Api Dalam insiden itu, pelaku diduga tidak hanya melancarkan serangan, tetapi juga merampas dua pucuk senjata api milik para prajurit yang gugur. Hal ini kemudian menimbulkan keprihatinan sekaligus kekhawatiran, karena senjata militer milik negara kini berada di tangan kelompok bersenjata. Kelompok bersenjata yang diduga terlibat adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau bagian dari sayapnya yang dikenal dengan sebutan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat). Mereka sendiri sempat mengaku bertanggung jawab atas penembakan tersebut dan turut menyita logistik militer termasuk senjata api. Respon Pemerintah dan TNI Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa dan memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap keluarga korban. Pemerintah provinsi bersama aparat setempat langsung turun menyusul kejadian untuk memberikan dukungan moril kepada prajurit yang dirawat dan keluarga almarhum. Sementara itu, pihak TNI juga telah memulai penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta kelompok yang bertanggung jawab. Komandan Korem 181/Praja Vira Tama menyatakan bahwa ada indikasi mengenai kelompok yang menyerang, namun informasi lengkap akan diumumkan setelah penyelidikan lebih lanjut. Dampak Terhadap Masyarakat Lokal Akibat kejadian tersebut, situasi di seputar Kampung Sori dan Distrik Aifat Selatan sempat memicu ketakutan warga. Beberapa warga dilaporkan memilih mengungsi karena khawatir terjebak dalam konflik yang semakin memanas di sekitar tempat tinggal mereka. Kondisi ini menggambarkan betapa rentannya masyarakat sipil di daerah konflik seperti Maybrat terhadap aksi kekerasan. Upacara dan Penghormatan Jenazah dua prajurit yang gugur telah dipulangkan ke keluarga dan mendapatkan penghormatan terakhir. Anggota Korps Marinir juga melakukan upacara pelepasan sebagai bentuk penghormatan kepada kedua almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara. Kesimpulan Insiden baku tembak antara TNI dan KKB di Maybrat mengakibatkan dua prajurit gugur dan satu lainnya kritis dirawat di rumah sakit. Pelaku serangan tak hanya menembak, tetapi juga merampas senjata api milik korban, sehingga memicu kekhawatiran akan semakin meningkatnya kemampuan kelompok bersenjata tersebut. Pemerintah daerah dan TNI terus melakukan penanganan serta penyelidikan guna memastikan keamanan di wilayah tersebut dan mengejar pelaku yang bertanggung jawab. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Cuaca Mimika Hari Ini: BMKG Sebut 17 Distrik Berpotensi Hujan Ringan Hingga Sedang Pemuda Desak Pemerintah Tuntaskan Sengketa Pembangunan Markas Polda Papua Pegunungan di Wamena