0 0 Read Time:3 Minute, 14 Second Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus dilakukan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Di Kalimantan Selatan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) setempat menggencarkan program pembekalan keterampilan bagi anak-anak panti asuhan. Langkah ini bertujuan agar mereka memiliki bekal kompetensi yang memadai dan mampu berdaya saing saat memasuki dunia kerja maupun berwirausaha secara mandiri. Program yang dijalankan UPTD Dinsos Kalsel ini menyasar anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga kesejahteraan sosial. Tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan formal dan pembinaan karakter, pemerintah juga menaruh perhatian pada pengembangan keterampilan praktis. Hal ini dinilai penting agar para anak panti tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu mandiri setelah keluar dari panti. Kepala UPTD Dinsos Kalsel menjelaskan bahwa pembekalan keterampilan dirancang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing anak. Beberapa pelatihan yang diberikan antara lain keterampilan tata boga, menjahit, perbengkelan, tata rias, hingga pelatihan teknologi informasi dasar. Bahkan, ada pula pelatihan kewirausahaan yang mengajarkan cara mengelola usaha kecil, mulai dari perencanaan hingga pemasaran. “Tujuan utama kami adalah membekali mereka dengan kemampuan nyata yang bisa langsung diterapkan. Kami ingin anak-anak panti punya kepercayaan diri dan daya saing,” ujarnya dalam sebuah kegiatan pelatihan di Banjarbaru. Pelatihan dilakukan secara bertahap dengan menghadirkan instruktur profesional dan praktisi di bidangnya. Selain teori, peserta juga mendapatkan porsi praktik yang cukup agar benar-benar menguasai keterampilan yang dipelajari. Misalnya, dalam pelatihan tata boga, anak-anak diajarkan membuat berbagai jenis kue dan makanan siap saji yang memiliki nilai jual. Sementara dalam pelatihan menjahit, mereka belajar mulai dari dasar pengoperasian mesin hingga pembuatan pola sederhana. Tidak hanya itu, UPTD juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri lokal. Kolaborasi ini membuka peluang magang bagi anak-anak panti sehingga mereka bisa merasakan pengalaman kerja langsung. Dengan demikian, setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka sudah memiliki gambaran nyata tentang dunia kerja serta jaringan yang dapat dimanfaatkan. Program ini mendapat respons positif dari para peserta. Banyak di antara mereka yang mengaku semakin termotivasi untuk meraih masa depan lebih baik. Salah seorang anak panti yang mengikuti pelatihan tata rias mengungkapkan bahwa ia kini memiliki cita-cita membuka jasa rias pengantin setelah lulus sekolah. “Dulu saya bingung mau kerja apa. Sekarang saya punya keterampilan dan lebih percaya diri,” katanya. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pembinaan juga menekankan pada penguatan karakter dan soft skills. Anak-anak dilatih untuk disiplin, bekerja sama dalam tim, serta memiliki etos kerja yang baik. Menurut pihak Dinsos, kombinasi antara hard skills dan soft skills sangat penting untuk menghadapi persaingan di era modern. Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menilai bahwa pembekalan keterampilan merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak panti adalah generasi penerus yang perlu mendapatkan kesempatan setara untuk berkembang. Dengan bekal kemampuan yang memadai, mereka diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan dan tidak kembali terjebak dalam kondisi sosial yang rentan. Pemerintah daerah juga berupaya mengembangkan kurikulum pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Misalnya, pelatihan digital marketing dasar dan desain grafis sederhana mulai diperkenalkan seiring meningkatnya peluang di sektor ekonomi kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa program tidak hanya terpaku pada keterampilan konvensional, tetapi juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Meski demikian, tantangan tetap ada. Keterbatasan anggaran dan fasilitas menjadi salah satu kendala dalam memperluas jangkauan program. Oleh karena itu, Dinsos Kalsel mendorong partisipasi pihak swasta dan masyarakat untuk turut mendukung pembinaan anak panti melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun bentuk kolaborasi lainnya. Ke depan, UPTD Dinsos Kalsel berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan dan memperluas jejaring kerja sama. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Harapannya, setiap anak panti yang lulus dari pembinaan memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup mandiri. Upaya pembekalan keterampilan ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap kesejahteraan sosial tidak hanya berhenti pada bantuan materi, tetapi juga pemberdayaan. Dengan dukungan berkelanjutan, anak-anak panti di Kalimantan Selatan diharapkan tumbuh menjadi pribadi tangguh, mandiri, dan mampu bersaing di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Polisi Tangkap Terduga Bandar Narkoba Bawa Sabu-sabu Sebelum Masuk Luwuk Momentum Lebaran Jadi Harapan Ekonomi Kaltim di Tengah Ketegangan Global