0 0 Read Time:2 Minute, 19 Second Bupati Barito Utara (Barut), H. Shalahuddin, mengambil langkah strategis untuk memperkuat konektivitas dan layanan transportasi udara di daerahnya dengan mengusulkan pengembangan Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub). Usulan ini disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, pada Rabu 21 Januari 2026, di hadapan pejabat Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Shalahuddin menjelaskan bahwa kondisi luasan lahan Bandara HMS Muara Teweh masih cukup luas dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemerintah kabupaten merasa perlu memperkuat fasilitas pendukung agar pelayanan kepada masyarakat maupun tamu daerah semakin prima dan nyaman. Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah pembangunan fasilitas ibadah berupa mushola yang representatif di area parkir, serta ruang tunggu VIP yang terintegrasi dengan gedung terminal utama bandara. Menurut Shalahuddin, kedua fasilitas ini akan menambah kenyamanan penumpang, terutama pada saat lonjakan arus perjalanan di periode sibuk seperti liburan atau momen khusus. Bupati Barut menekankan bahwa pengembangan fasilitas ini bukan sekadar bentuk penataan fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik. Dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat, kebutuhan terhadap fasilitas yang menunjang kenyamanan menjadi semakin mendesak. Data statistik terbaru menunjukkan bahwa jumlah pergerakan penumpang di Bandara HMS Muara Teweh pada 2025 mencapai 47.876 orang, meningkat hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini menggambarkan bahwa mobilitas masyarakat lokal dan tingkat kepercayaan publik terhadap layanan bandara terus meningkat dari waktu ke waktu. Respon dari Kemenhub terhadap usulan tersebut terbilang positif. Perwakilan dari Kementerian, termasuk pejabat dari Kasubdit Tatanan Kebandarudaraan, Arief Mustofa, dan Ketua Tim Pengelolaan Prasarana Bandar Udara, Agus Indrawan, mengapresiasi sinergi antara Pemkab Barito Utara dan otoritas bandara. Mereka menilai harmonisasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan pihak pusat menjadi kunci percepatan pengembangan fasilitas bandar udara di berbagai daerah. Sebagai tindak lanjut, Shalahuddin menyatakan bahwa Pemkab Barut siap menyusun kajian teknis dan administrasi sebagai dasar perencanaan pengembangan Bandara HMS Muara Teweh. Kajian tersebut direncanakan mencakup aspek perencanaan fasilitas, kebutuhan anggaran, hingga proyeksi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat lokal. Menurutnya, pengembangan bandara bukan hanya berdampak pada sektor transportasi semata, tetapi juga akan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan layanan yang lebih baik, diharapkan Bandara HMS Muara Teweh dapat menjadi salah satu simpul strategis transportasi udara di Kalimantan Tengah. Bandara HMS Muara Teweh saat ini melayani rute penerbangan perintis seperti Muara Teweh–Palangka Raya serta layanan komersial melalui maskapai seperti Wings Air untuk rute Muara Teweh–Banjarmasin setiap hari. Usulan peningkatan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat peran bandara terhadap konektivitas wilayah dan pelayanan publik. Melalui penguatan fasilitas dan kerja sama lintas instansi, Pemerintah Kabupaten Barito Utara percaya bahwa pengembangan Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi, kenyamanan masyarakat, dan peningkatan akses transportasi udara di wilayah Kalimantan Tengah. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Baru Lulus PPPK, 2 ASN Satpol PP Terindikasi Pakai Narkoba – Terancam Dipecat Polisi Tangkap Terduga Bandar Narkoba Bawa Sabu-sabu Sebelum Masuk Luwuk