0 0 Read Time:1 Minute, 55 Second Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria berambut cepak yang tidak terima saat ditertibkan oleh polisi dalam kegiatan Sahur On The Road (SOTR) di Makassar. Dalam video tersebut, pria itu mengaku sebagai “Akademi Tamtama”, yang kemudian memicu beragam reaksi dari warganet. Peristiwa ini terjadi saat aparat kepolisian melakukan penertiban kegiatan SOTR yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama selama bulan Ramadan. Kronologi Kejadian Viral Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat petugas kepolisian menghentikan sekelompok pemuda yang tengah melakukan konvoi SOTR di jalanan kota. Namun, salah satu pria tampak tidak terima dan terlibat adu argumen dengan petugas. Pria berambut cepak tersebut terdengar menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari “Akademi Tamtama”, seolah menunjukkan status tertentu. Pernyataan itu justru menjadi sorotan dan bahan perbincangan publik karena dianggap tidak relevan dengan situasi penertiban. Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi viral. Penertiban SOTR oleh Aparat Kegiatan Sahur On The Road memang kerap menjadi perhatian aparat keamanan setiap tahun, terutama di kota besar seperti Makassar. Selain berpotensi menimbulkan kemacetan, kegiatan ini juga sering dikaitkan dengan aksi balap liar, kebisingan, hingga gangguan ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penertiban dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadan. Langkah ini juga bertujuan mencegah potensi konflik atau tindakan yang tidak diinginkan di jalan raya. Reaksi Publik dan Warganet Aksi pria tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet. Banyak yang mempertanyakan maksud dari pernyataannya yang mengaku sebagai “Akademi Tamtama”, sementara yang lain menilai sikapnya tidak mencerminkan kedisiplinan. Tidak sedikit pula yang mendukung langkah polisi dalam menertibkan kegiatan SOTR agar tetap kondusif dan tidak merugikan pengguna jalan lainnya. Imbauan untuk Masyarakat Aparat kembali mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghindari kegiatan SOTR yang berpotensi melanggar aturan. Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan untuk mengisi waktu sahur dengan kegiatan yang lebih positif dan tidak mengganggu ketertiban umum. Selain itu, penting bagi setiap individu untuk mematuhi aturan lalu lintas serta menghormati petugas yang sedang menjalankan tugasnya. Kesimpulan Kasus viral pria berambut cepak di Makassar yang tidak terima ditertibkan saat SOTR menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap dan ketertiban di ruang publik. Klaimnya sebagai “Akademi Tamtama” justru memicu kontroversi dan sorotan luas. Penertiban yang dilakukan aparat merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan bersama, terutama di momen Ramadan. Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam beraktivitas agar situasi tetap aman dan kondusif. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation 9 Jejak Sadis Anggota KKB Penyerang Rombongan Tito Karnavian