0 0 Read Time:1 Minute, 39 Second Seorang pria di Jayapura, Papua, ditangkap aparat kepolisian setelah diduga menjual 56 butir amunisi secara ilegal. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat melakukan aksinya untuk mendapatkan uang guna membayar setoran sebagai pengemudi ojek online (ojol). Kasus tersebut kini terus dikembangkan karena turut menyeret seorang purnawirawan TNI yang diduga memiliki keterkaitan dengan asal-usul amunisi tersebut. (antaranews.com) Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboon menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi amunisi ilegal. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan pelaku beserta puluhan butir amunisi sebagai barang bukti. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menjual amunisi tersebut karena membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, termasuk membayar kewajiban setoran sebagai pengemudi ojol. (antaranews.com) Penyidik kemudian mengembangkan perkara dan menemukan dugaan keterlibatan seorang purnawirawan TNI dalam rantai kepemilikan amunisi tersebut. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak serta menelusuri bagaimana puluhan butir amunisi itu dapat berpindah tangan hingga diperjualbelikan secara ilegal. Seluruh proses penyidikan dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait untuk memastikan fakta hukum terungkap secara menyeluruh. (antaranews.com) Selain mengamankan 56 butir amunisi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan transaksi tersebut. Penyidik akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi dan mendalami kemungkinan adanya jaringan yang terlibat dalam peredaran amunisi ilegal di wilayah Papua. Polisi menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka apabila ditemukan alat bukti yang cukup. (antaranews.com) Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan hukum yang mengatur kepemilikan dan perdagangan amunisi tanpa izin. Kepolisian menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk peredaran senjata maupun amunisi ilegal karena berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Aparat juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan senjata api atau amunisi. (antaranews.com) Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat peredaran amunisi ilegal dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan. Polisi memastikan penyidikan akan terus dikembangkan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu mencegah kasus serupa kembali terjadi di Papua. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Pemprov Papua kembangkan 300 kelompok tani menuju modernisasi Papua Pegunungan butuh percepatan bangun pendidikan dan kesehatan