0 0 Read Time:55 Second Aktivitas manusia dinilai menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. El Nino hanya memperbesar risiko dan mempercepat penyebaran api. Pakar kebijakan lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rijal Ramdani, mengatakan kebakaran membutuhkan sumber api. Kondisi cuaca kering saja tidak cukup untuk memulai kebakaran. Menurut Rijal, pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu sumber api yang sering ditemukan. Aktivitas lain juga berisiko, seperti penggunaan api di hutan dan membuang puntung rokok sembarangan. El Nino berperan membuat vegetasi dan lahan gambut kehilangan kelembapan. Kondisi tersebut membuat bahan bakar lebih mudah terbakar. Cuaca panas dan angin kencang kemudian dapat mempercepat penjalaran api. BMKG telah memperingatkan periode kritis karhutla berlangsung sejak Mei hingga September. Risiko diperkirakan meningkat pada Agustus dan September ketika curah hujan rendah meluas. Pada akhir Agustus, El Nino sangat kuat masih mendukung kondisi kering di sejumlah wilayah. Pandangan serupa disampaikan pakar UI Asep Karsidi. Ia menyebut aktivitas manusia sebagai penyebab utama, sementara El Nino dan kemarau kering mempercepat penyebaran api. Karena itu, pencegahan karhutla perlu menyasar sumber api, bukan hanya kondisi cuaca. Edukasi, patroli, deteksi dini, pembasahan gambut, dan penegakan hukum dinilai penting. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Udara Berau dan Paser Terancam Tak Sehat, Asap Karhutla Tembus Sabah Malaysia Polisi Selidiki Karhutla 5 Hektare di Barsel, Remaja 15 Tahun Diamankan