0 0 Read Time:3 Minute, 29 Second Kesaksian Warga Temukan Jenazah Korban Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung Tragedi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warga menemukan jenazah korban. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi perhatian publik nasional, karena menunjukkan risiko tinggi aktivitas penerbangan di wilayah pegunungan dengan kondisi cuaca yang ekstrem. Warga desa sekitar Gunung Bulusaraung menceritakan pengalaman mereka saat menemukan jenazah. Menurut salah seorang warga, mereka awalnya mendengar suara ledakan keras di kawasan gunung pada pagi hari. Setelah memeriksa lokasi, beberapa warga menemukan puing pesawat dan tubuh korban di area yang sulit dijangkau. “Awalnya kami kaget, karena tidak menyangka ada pesawat jatuh di sini. Kami segera melapor ke aparat dan tim SAR,” ujar salah seorang saksi mata. Menurut warga, lokasi temuan cukup terjal dan berada di ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut. Medan yang ekstrem membuat proses evakuasi jenazah dan puing pesawat menjadi tantangan tersendiri. Beberapa warga yang membantu tim SAR mengaku harus menavigasi jalur berbatu dan hutan lebat untuk sampai ke titik lokasi. Kondisi ini menunjukkan betapa sulitnya akses ke kawasan pegunungan, sehingga upaya penyelamatan memerlukan koordinasi antara tim SAR, relawan, dan aparat keamanan. Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi jenazah korban setelah mendapatkan laporan dari warga. Kepala Pos SAR setempat menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan hati-hati karena puing pesawat tersebar di area yang luas dan kondisi medan tidak stabil. “Kami bekerja sama dengan warga lokal karena mereka mengenal medan dengan baik. Proses evakuasi cukup menantang, tetapi alhamdulillah semua korban berhasil ditemukan dan dibawa ke lokasi aman,” ujarnya. Dari hasil identifikasi awal, beberapa jenazah korban sudah berhasil dikenali melalui dokumen pribadi dan atribut di lokasi. Tim kepolisian dan Basarnas memastikan bahwa semua jenazah akan dipulangkan ke keluarga setelah proses identifikasi selesai. Pihak keluarga korban menyatakan kesedihan mendalam, tetapi juga mengapresiasi kerja keras tim SAR dan bantuan warga yang sigap melaporkan temuan. Warga yang menemukan jenazah mengaku pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam dan sekaligus trauma tersendiri. Mereka harus menyaksikan kondisi korban dalam keadaan mengenaskan akibat benturan keras dan dampak ledakan. Meski begitu, mereka tetap membantu proses evakuasi demi menghormati korban dan mendukung upaya pemerintah. “Kami sedih melihat kondisi korban, tetapi merasa bangga bisa membantu agar jenazah bisa ditemukan dan dibawa pulang,” kata salah satu warga. Insiden jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung diduga disebabkan kombinasi faktor cuaca buruk dan kondisi medan yang sulit. Gunung Bulusaraung terkenal memiliki cuaca ekstrem, terutama saat hujan lebat dan kabut tebal, sehingga visibilitas pilot bisa sangat terbatas. Otoritas penerbangan kini tengah menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat untuk memastikan tidak ada faktor teknis yang terlewat dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Kasus ini menjadi peringatan bagi maskapai dan penerbangan di wilayah pegunungan. Standar keselamatan, navigasi, dan persiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Tim SAR juga menekankan pentingnya koordinasi dengan warga setempat, karena mereka memiliki pengetahuan medan yang sangat berguna dalam operasi pencarian dan evakuasi korban. Selain itu, tragedi ini menyoroti peran penting warga sekitar sebagai saksi pertama. Kepekaan masyarakat terhadap kejadian di lingkungannya memungkinkan laporan cepat ke pihak berwenang sehingga korban dapat segera dievakuasi. Banyak warga menekankan perlunya edukasi dasar tanggap darurat bagi masyarakat di daerah pegunungan, agar mereka tahu cara menghadapi bencana dan membantu tim SAR dengan aman. Pemerintah daerah dan aparat terkait berjanji akan terus memantau lokasi pasca-kejadian. Mereka memastikan puing pesawat yang masih berserakan akan diamankan, dan proses investigasi terhadap penyebab jatuhnya pesawat dilakukan secara menyeluruh. Selain itu, pihak berwenang juga memberikan pendampingan psikologis bagi warga yang menjadi saksi tragedi dan keluarga korban yang terdampak secara emosional. Tragedi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung dan temuan jenazah oleh warga menunjukkan bahwa risiko penerbangan di daerah pegunungan tidak bisa diabaikan. Koordinasi cepat antara masyarakat lokal, aparat keamanan, dan tim SAR menjadi kunci untuk memastikan korban ditemukan dan evakuasi berjalan lancar. Kesaksian warga juga menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam tanggap bencana. Dengan ditemukannya jenazah korban, proses evakuasi resmi dinyatakan selesai. Meskipun meninggalkan duka mendalam, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi maskapai, aparat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, keselamatan, dan kerja sama dalam menghadapi kondisi ekstrem di wilayah pegunungan. Publik kini menunggu hasil investigasi resmi untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat dan langkah pencegahan di masa mendatang. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation BMKG Ingatkan Gelombang Laut 2,5 Meter Di Perairan Sulsel