0 0 Read Time:1 Minute, 23 Second Warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dihebohkan dengan keluhan gagal mengisi Pertalite di sejumlah SPBU. Penyebabnya, barcode subsidi tepat yang digunakan untuk bertransaksi tiba-tiba menunjukkan riwayat pembelian hingga 80 liter, padahal pemilik kendaraan mengaku tidak pernah melakukan pengisian sebanyak itu. Kejadian tersebut pun menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warga mengaku terkejut saat petugas SPBU menyampaikan kuota pembelian Pertalite mereka telah habis karena sistem mencatat adanya transaksi dalam jumlah besar. Akibatnya, mereka tidak dapat membeli BBM bersubsidi meski merasa belum menggunakan kuota yang tersedia. Beberapa pengguna kemudian melaporkan permasalahan tersebut kepada pihak SPBU dan instansi terkait untuk mendapatkan penjelasan. Pihak pengelola SPBU bersama Pertamina segera melakukan penelusuran terhadap laporan masyarakat. Pemeriksaan difokuskan pada riwayat transaksi, validitas data barcode, serta kemungkinan adanya gangguan pada sistem digital yang digunakan dalam program subsidi tepat. Masyarakat juga diminta menyampaikan bukti kepemilikan kendaraan dan data transaksi agar proses verifikasi dapat dilakukan lebih cepat. Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik apabila menemukan ketidaksesuaian data pada barcode. Pengguna disarankan segera melapor melalui layanan resmi Pertamina atau mendatangi SPBU tempat kejadian agar dilakukan pengecekan. Apabila ditemukan kesalahan pencatatan sistem, perbaikan akan dilakukan sesuai prosedur sehingga hak konsumen tetap terlindungi. Pengamat energi menilai digitalisasi distribusi BBM bersubsidi memang mampu meningkatkan pengawasan penyaluran. Namun, sistem tersebut juga harus didukung dengan keamanan data dan mekanisme penanganan keluhan yang cepat agar tidak merugikan masyarakat. Evaluasi berkala dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program subsidi tepat. Kasus barcode yang tiba-tiba mencatat pembelian Pertalite hingga 80 liter menjadi perhatian serius di Kotawaringin Barat. Masyarakat berharap investigasi segera menghasilkan kepastian penyebab masalah tersebut sehingga layanan pembelian BBM bersubsidi dapat kembali berjalan normal dan tidak menghambat aktivitas pengguna kendaraan. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Kabar dari Perbatasan: Ada yang Mau Kibarkan 1.000 Bendera-Ogah Rayakan HUT RI Sidak Pasar, Wawali Samarinda Soroti Potensi Harga Telur Naik Lagi karena MBG