0 0 Read Time:1 Minute, 17 Second Pemerintah daerah bersama aparat terkait membantah adanya tudingan kriminalisasi dalam penanganan polemik lahan pertanian ubi di Nunukan, Kalimantan Utara. Klarifikasi ini disampaikan untuk merespons berkembangnya opini publik yang menilai proses hukum yang berjalan dianggap menyasar masyarakat kecil. Penegakan Hukum Disebut Sesuai Prosedur Pihak berwenang menegaskan bahwa seluruh proses yang dilakukan dalam kasus ini merupakan bagian dari penegakan aturan, bukan tindakan represif atau kriminalisasi. Langkah yang diambil disebut berangkat dari hasil pemeriksaan lapangan serta laporan terkait dugaan pelanggaran pemanfaatan lahan yang tidak sesuai ketentuan. Fokus pada Status dan Pengelolaan Lahan Polemik ini berpusat pada penggunaan lahan pertanian ubi di wilayah Nunukan yang dipersoalkan status legalitas dan pemanfaatannya. Beberapa isu utama yang muncul antara lain: Ketidaksesuaian dokumen kepemilikan atau izin penggunaan lahan Perbedaan klaim antar pihak yang terlibat Aktivitas pertanian di area yang statusnya masih diperdebatkan Aparat: Tidak Ada Target Kriminalisasi Warga Aparat penegak hukum menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengkriminalisasi petani atau warga setempat. Penindakan dilakukan semata-mata untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan pertanahan yang berlaku. Mereka juga membuka ruang penyelesaian secara administratif maupun mediasi jika memungkinkan. Imbauan Menjaga Kondusivitas Pemerintah daerah mengimbau semua pihak agar tidak memperkeruh situasi dengan narasi yang belum terverifikasi. Dialog dan komunikasi disebut sebagai kunci untuk menyelesaikan konflik lahan secara damai dan berkelanjutan. Kesimpulan Bantahan terhadap tudingan kriminalisasi dalam polemik lahan ubi di Nunukan menegaskan bahwa proses yang berjalan merupakan bagian dari penegakan aturan dan tata kelola lahan. Pemerintah dan aparat berharap penyelesaian kasus ini dapat ditempuh melalui jalur hukum dan dialog, demi menjaga stabilitas dan kepastian hukum di daerah tersebut. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Tyler Perez [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Guru di Bengkayang Perkosa Siswinya Lalu Sembunyi ke Pontianak Minimalisir Politik Uang, Gus Salam Dukung Muktamar NU Digelar di Ponpes