0 0
Read Time:3 Minute, 0 Second

Speedboat Muat 6 Orang Terbalik di Sungai Mamberamo Papua, 2 Tewas – 1 Hilang

Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Sungai Mamberamo, Papua, ketika sebuah speedboat yang membawa enam penumpang terbalik akibat arus deras dan gelombang tinggi. Insiden ini menelan korban jiwa, dengan dua orang tewas dan satu orang masih hilang, sementara tiga lainnya berhasil diselamatkan berkat kesigapan tim SAR dan warga setempat.

Peristiwa terjadi pada sore hari ketika speedboat tersebut sedang menempuh perjalanan rutin di sungai, yang terkenal memiliki arus kuat dan kondisi air yang tidak menentu. Menurut saksi mata, perahu terlihat bergoyang beberapa kali sebelum akhirnya terbalik. “Air sungai sedang deras. Speedboat sempat terombang-ambing sebelum akhirnya terbalik. Orang-orang langsung terlempar ke sungai,” ujar salah satu warga yang menyaksikan kejadian dari tepi sungai.

Tim SAR gabungan dari Basarnas Jayapura, TNI, kepolisian, dan relawan segera dikerahkan begitu laporan diterima. Proses pencarian berlangsung menantang karena arus sungai yang kuat dan lokasi yang sulit dijangkau kendaraan darat. Tim harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil untuk melakukan pencarian korban.

Dari enam penumpang, tiga berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, meski mengalami trauma dan luka ringan. Mereka segera dibawa ke posko SAR untuk mendapatkan pertolongan medis. Dua korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan. Kepala Pos SAR setempat menyebutkan bahwa upaya pencarian korban hilang akan dilakukan secara maksimal menggunakan peralatan lengkap dan dukungan masyarakat sekitar.

Kepala Basarnas Jayapura menjelaskan bahwa kondisi Sungai Mamberamo memang sangat rawan bagi transportasi air. Arus deras, pusaran air, dan perubahan cuaca yang cepat membuat perjalanan dengan perahu cepat berisiko tinggi. Ia menekankan pentingnya keselamatan bagi penumpang, termasuk penggunaan pelampung, pemeriksaan kondisi kapal sebelum berangkat, dan mematuhi kapasitas maksimal penumpang yang direkomendasikan.

Selain faktor alam, pihak berwenang juga menyoroti kemungkinan kelebihan muatan atau faktor human error. Speedboat yang terbalik membawa enam orang, dan beberapa laporan awal menyebutkan perahu tersebut tidak sepenuhnya sesuai standar keselamatan untuk kapasitas penuh. Meski begitu, hasil investigasi akan menunggu keterangan resmi tim SAR dan aparat kepolisian.

Warga setempat, yang sebagian besar bermukim di tepi Sungai Mamberamo, berperan penting dalam proses penyelamatan. Mereka membantu mengevakuasi korban, memberikan informasi mengenai kondisi arus, serta mendukung tim SAR dengan perahu kecil dan tali pengaman. Kepala desa mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan selalu mematuhi prosedur keselamatan saat menyeberangi sungai.

Pemerintah daerah Papua mengutamakan langkah preventif untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Dinas Perhubungan dan BPBD setempat berencana meningkatkan sosialisasi keselamatan transportasi air, termasuk penggunaan pelampung, batas kapasitas penumpang, serta pelatihan darurat bagi masyarakat yang sering menyeberangi sungai. Rambu peringatan dan pos pengawasan juga akan diperkuat di titik-titik rawan.

Insiden speedboat terbalik di Sungai Mamberamo kembali menjadi pengingat bahwa transportasi air di Papua memerlukan kewaspadaan tinggi. Sungai yang besar dan arus deras memang menjadi jalur vital bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan risiko signifikan. Kombinasi cuaca ekstrem, arus sungai kuat, dan potensi kelebihan muatan membuat setiap perjalanan membutuhkan perhatian ekstra.

Keluarga korban yang meninggal dunia dan hilang kini menerima dukungan psikologis dari aparat dan masyarakat. Pemerintah daerah memastikan bahwa upaya evakuasi korban hilang akan terus dilakukan sampai titik maksimal, serta memprioritaskan keselamatan tim SAR yang bekerja di medan sulit.

Secara keseluruhan, tragedi ini menekankan pentingnya keselamatan transportasi air, kepatuhan terhadap standar kapasitas, dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi alam ekstrem di Papua. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti prosedur keselamatan demi mencegah kecelakaan fatal di masa mendatang.

Dengan proses pencarian yang masih berlangsung, publik diharapkan memberikan dukungan bagi tim SAR dan keluarga korban. Kasus speedboat terbalik ini menjadi pengingat keras bahwa transportasi sungai, meski menjadi kebutuhan sehari-hari, tetap memiliki risiko tinggi yang harus diantisipasi dengan disiplin dan prosedur keselamatan yang ketat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %